Satu tahun dua bulan.
Sepuluh bulan lagi dua tahun.
Anak ini semakin besar.
Kunamakan Memori.
Kupanggil Mori.
"Mori kelak mau jadi apa?" kutanya.
"Mori mau jadi jauh," katanya.
"Jangan, Mori hanya boleh jadi dekat."
"Tapi jadi jauh juga,"
"Bagaimana bisa? Jauh tapi dekat?"
Mori tersenyum.
Aku memeluk senyumnya.
"Kalau begitu, suatu hari nanti," kubilang,
kuusap bibirnya dengan jemari yang basah air hidung,
"aku akan jadi jauh juga."
0 comments:
Post a Comment