Halo. Gue mau ceritain mimpi lagi ya.
Kemarin malem, gue mimpi sesuatu yang sedikit filosofis. Ceritanya gue bersama beberapa orang teman tergabung dalam sebuah EO yang mau ngadain acara di sebuah pulau. Tau gak acara apa?
Kita mau ngadain berbagai upacara besar di kehidupan manusia, termasuk kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian. Kesemua itu akan diadakan dalam satu hari pada waktu yang bersamaan di tempat yang juga sama.
Acara ini mengumpulkan orang-orang yang sedang mempersiapkan perkawinan, kelahiran, perceraian, sampai kematian. Semuanya kita jadikan satu. Acara kami persiapkan dengan matang. Ada total enam kuburan yg disiapkan berjejer rapi, ada ranjang-ranjang bayi untuk ibu-ibu yg akan melahirkan, ada gaun pengantin dan penari. Pengantin memiliki prasmanan, pemakaman memiliki kuburan. Keluarga-keluarga yang bersangkutan pun dihadirkan, tentunya. Gue ngeliatin mereka yang masing-masing mempersiapkan kebahagiaan dan kesedihan, pesta dan pemakaman dalam satu acara dan tempat besar yang sama.
Hari masih agak pagi dan acara belum dimulai, masih persiapan. Di padang rumput yang hijau itu gue merasa miris ngebayangin gimana acara ini berlangsung. Soalnya, gimana rasanya melihat orang tertawa di samping orang tersedu? Gimana kedengarannya orang bersorak di sebelah orang berduka?
Gue salut sama temen gue yang hari itu menjadi pemimpin acara, dia gak menyelipkan emosi pribadi dan memandang semua ini memang bagian dari hidup. Ya, memang, peristiwa-peristiwa itu bakal dialami semua orang, tapi gak dalam waktu yang sama di tempat yang sama.
Kalau seperti itu, kita ini gak jadi manusia lagi Hiii...
0 comments:
Post a Comment